| Weight | 0.965 kg |
|---|---|
| Product Type | Book |
| Author | |
| Publisher | Pustaka Imam Asy-Syafi'i |
| ISBN | 978-602-8062-24-4 |
Ad-Daa’ Wa Ad-Dawaa’ (H/B)
$18.18
Buku Ad-Daa’ wa ad-Dawaa’ adalah sebuah karya besar dan fenomenal di bidang akhlak, tarbiyah, dan tazkiyatunnufus. Penulisnya, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, adalah seorang ulama tersohor dan penulis buku berbobot yang hidup pada abad ke-8 H. Buku ini berbicara panjang lebar serta sempurna di berbagai masalah tarbiyah dan tazkiyatun-nufus, mulai dari pentingnya do’a bagi seorang hamba serta hubungan do’a dengan takdir.
Berbicara tentang macam-macam maksiat dan bahayanya bagi pelakunya, juga dosa-dosa dan pengaruh negatifnya secara langsung di dunia.
Berbicara pula tentang hukuman Allah terhadap hamba-Nya baik itu hukuman syar’i maupun qadari, qalbi maupun badani, duniawi maupun ukhrawi. Berbicara mengenai syirik dan macam-macamnya dalam ibadah, perbuatan, perkataan, kehendak, dan niat, serta syiriknya agama Nasrani, juga syirik dalam wasilah dan syafaat.
Berbicara seputar dosa-dosa besar, seperti kezhaliman, pembunuhan, dan zina beserta dampak-dampak negatifnya. Berbicara seputar pintu-pintu pembuka maksiat, diantaranya bisikan hati, pandangan mata, dan langkah kaki. Berbicara mengenai liwath (homoseks) dan menyetubuhi binatang; serta tentang cinta, tingkatan-tingkatannya, soal mabuk asmara dan masalah yang lain.
Anda akan dibuat terpesona oleh uraian-uraian penulis yang sangat dalam dan kuat, halaman demi halaman. Anda pun akan terpuaskan dari dahaga ilmu yang bermanfaat. Maka janganlah Anda lewatkan untuk segera memiliki buku ini dan menelaahnya.
Be the first to review “Ad-Daa’ Wa Ad-Dawaa’ (H/B)” Cancel reply
You must be logged in to post a review.
Related Products
Wanita Yang Paling Bahagia Di Dunia (H/B)
Muhammad : How He Can Make You Extraordinary
Buku ini menceritakan kisah Nabi Muhammad sebagai teladan inspiratif bagi siapa saja yang ingin menjadi luar biasa. Sebagai orang tua, Anda akan belajar bagaimana kepribadian Muhammad terbentuk saat kecil, bagaimana beliau menghadapi tantangan universal anak seusianya ketika remaja, kemudian muncul sebagai pemimpin di komunitasnya sebagai dewasa muda.
Kepribadian Wanita Muslimah (IIPH)
Kepribadian Wanita Muslimah: menurut al-qur’an danas-sunnah. Wanita mempunyai peran yang sangat penting dalam keluarga, masyarakat dan negara, baik buruknya suatu bangsa sangat erat kaitannya dengan baik buruknya wanita. Wanita muslimah berbeda dengan wanita-wanita lainnya, ia mempunyai kepribadian yang ideal dan karakter yang istimewa, karena islam telah memberikan petunjuk dan ajaran bagaiman semestinya wanita muslimah dalam kehidupan ini, ia harus bisa memainkan perannya agar ia menjadi orang yang berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan bangsanya. Dalam buku ini, penulis menjelaskan bagaimana seharusnya wanita muslimah terhadap tuhannya, terhadap dirinya, kedua orang tuanya, suaminya, anak-anaknya, saudaranya, teman-temannya, tetangganya, dan masyarakatnya, sebagaimana yang diajarkan dalam Al Qur’an dan Hadits-hadits nabi. Ini semua beliau kaji dengan luas dan mendalam, lalu dituangkan dalam bahasa yang mudah, lugas dan jelas. Oleh karena itu buku ini pantas dimiliki dan dibaca oleh setiap wanita muslimah yang ingin menjadi sosok wanita muslimah sejati.
Recently Viewed
Treasure From the Treasures of Paradise (P/B)
Allah, The Most High, Said, “The men who remember Allah often and the women who do so – for them Allah has prepared forgiveness and a great reward.” [Al-Ahzab, 35]. He also Said, “O you who have believed, remember Allah with much remembrance, And exalt Him morning and afternoon…” [Al-Ahzab, 41] Al-Bukhari recorded a report from AbuMusa al-Ash’ari (may Allah be pleased with him) who narrated that the Messenger of Allah said, “The example of a person who makes dhikr of his Lord and a person who does not, is like that of a living and a dead person.”
Making dhikr (remembrance of Allah) has a lofty place in the Din of Islam and is inherently inscribed in the souls of the believers; for it is from the greatest acts of worship and provides enumerable fruits and benefits in this life and the next.
Dhikr is distinguished with many virtues through its perfect meanings, beautiful phrasings and comprehensiveness that contains depth of meaning and incorporating all types of goodness. Its wordings are concise while reflecting great reward, is easy to remember and pronounce possessing tangible effects on the body and soul.
From such great adhkar the Prophet used to consistently make and encourage others regarding it, is the Hawqala, or the saying of ‘La Hawla wa la Quwwata illa Billah’. This remembrance has merits and virtues none but Allah fully encompasses – the meanings and implications of which, lead to certainty and solace through strengthening ones’ faith and connection with Allah. This special dhikr is of such importance that the author (may Allah preserve him) saw the need to single it out in this short treatise, entitling it, “The Hawqala: Its meanings, virtues, and creedal implications”. It is hoped Muslims will focus their efforts in meaningfully utilising this phrase and making it a regular feature of their every day lives, along with other types of remembrances of Allah.
Ibn Battuta – The Great Traveller (The Muslim Scientists Series)
The Muslim Scientists series introduces children to great scientist, scholars & adventurers from the Golden Age of Islam.
Ibn Battuta travelled for 30 years, performing Hajj 4 times, no wonder he is called “The Great Traveller”.
Full Colour
24 pages
EVERY HOME & SCHOOL LIBRARY MUST HAVE THIS SERIES AS PART OF THEIR ISLAMIC COLLECTION
The First Caliph of Islam: Abu Bakr As-Siddeeq (P/B)
Most people have a best friend who they favour amongst all of the people. The best friend of Prophet Muhammad was Abu Bakr As-Siddiq (R). He was the only person, other than the Prophet’s own wife, who accepted Islam immediately and believed in Muhammad (S) from the first movement that he announced his Prophethood. Abu Bakr (R) always remained at the Prophet’s side and he had no reservations about spending his wealth for the sake of Islam and the Muslims. The Prophet’s Companions all recognized his superiority, yet he always remained humble and sincere towards all. This is the story of Abu Bakr (R) and his rise to leadership of the Muslim Ummah.

























There are no reviews yet.