Kitab AR-RISALAH Imam Syafi’i merupakan kitab yang pertama tentang ushul fikih. Secara spesifik berisi teori jurisprudensi dalam menentukan hukum fikih. Teori tersebut berupa kaidah-kaidah fikih yang digunakan untuk mengurai hukum-hukum dalam al-Quran dan Hadits.
Dutulis dari perkataan Imam Syafi’i (767 – 820 M) untuk menjawab persoalan-persoalan fikih yang terjadi kala itu. Melalui karya ini, Imam Syafi’i dikenal luas oleh dunia Islam sebagai pelatak dasar-dasar ilmu ushul fikih dan pendiri madzhab Syafi’i.
Di Indonesia, pemikiran beliau menjadi rujukan utama dalam persoalan fikih, karena mayoritas penduduknya menganut madzhab Syafi’i. Karena itu, menelaah kitab ini wajib hukumnya jika ingin mengerti madzhab Syafi’i secara lebih mendalam.
ISI BUKU INI :
secara garis besar, buku ini dibagi menjadi 15 pembahasan:
• Mukadimah
• Al-Bayan (penjelasan)
• Pengetahuan yang bisa menjadi dasar hukum
• Penjelasan tentang al-Quran
• Kewajiban menerima perintah Nabi
• Pemurnian hukum Tuhan
• Penjelasan tentang Kewajiban
• Keniscayaan perintah Tuhan dan Nabi
• Adat
• Tradisi individual
• Ijma’ (konsensus)
• Qiyas (analogi)
• Ijtihad (upaya menemukan hukum [baru])
• Istihsan (preferensi hukum)
• Ikhtilaf (perbedaan pendapat)
Ar-Risalah Imam Asy Syafi’i
RM70.00
| Weight | 0.670 kg |
|---|---|
| Author | |
| Binding | Hardbound |
| ISBN | 9786021583500 |
| Publisher | Turos Khazanah Pustaka Islam |
Be the first to review “Ar-Risalah Imam Asy Syafi’i” Cancel reply
You must be logged in to post a review.
Related Products
Ta’limul Muta’allim (Pentingnya Adab Sebelum Ilmu)
Saya melihat banyak penuntut ilmu pada zaman kita bersungguh-sungguh, tetapi tidak sampai kepada ilmu. Tidak mendapat manfaat dari ilmunya. Mereka terhalang dari buah ilmu (yaitu mengamalkan dan menyebarkannya) karena keliru dalam menempuh jalan (untuk mencari ilmu) dan meninggalkan syarat-syaratnya. Padahal siapa yang salah jalan maka akan tersesat, dan tidak akan meraih tujuan, baik sedikit maupun banyak. Maka saya ingin menjelaskan kepada mereka cara menuntut ilmu berdasar yang telah saya pahami dari buku-buku dan yang saya dengar dari guru-guru saya yang memiliki ilmu dan hikmah.
~ Imam Az-Zarnuji, Penulis Kitab Ta’limul Muta’allim
Muhammad : How He Can Make You Extraordinary
Buku ini menceritakan kisah Nabi Muhammad sebagai teladan inspiratif bagi siapa saja yang ingin menjadi luar biasa. Sebagai orang tua, Anda akan belajar bagaimana kepribadian Muhammad terbentuk saat kecil, bagaimana beliau menghadapi tantangan universal anak seusianya ketika remaja, kemudian muncul sebagai pemimpin di komunitasnya sebagai dewasa muda.
Kepribadian Wanita Muslimah (IIPH)
Kepribadian Wanita Muslimah: menurut al-qur’an danas-sunnah. Wanita mempunyai peran yang sangat penting dalam keluarga, masyarakat dan negara, baik buruknya suatu bangsa sangat erat kaitannya dengan baik buruknya wanita. Wanita muslimah berbeda dengan wanita-wanita lainnya, ia mempunyai kepribadian yang ideal dan karakter yang istimewa, karena islam telah memberikan petunjuk dan ajaran bagaiman semestinya wanita muslimah dalam kehidupan ini, ia harus bisa memainkan perannya agar ia menjadi orang yang berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan bangsanya. Dalam buku ini, penulis menjelaskan bagaimana seharusnya wanita muslimah terhadap tuhannya, terhadap dirinya, kedua orang tuanya, suaminya, anak-anaknya, saudaranya, teman-temannya, tetangganya, dan masyarakatnya, sebagaimana yang diajarkan dalam Al Qur’an dan Hadits-hadits nabi. Ini semua beliau kaji dengan luas dan mendalam, lalu dituangkan dalam bahasa yang mudah, lugas dan jelas. Oleh karena itu buku ini pantas dimiliki dan dibaca oleh setiap wanita muslimah yang ingin menjadi sosok wanita muslimah sejati.
A Garden of Jannah
“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”
Recently Viewed
The Light of The Qur’an
The Prophet peace and blessings of Allah be upon him, passed by a person reciting Surah Al – Kafirun and remarked, “He has been saved from shirk”. He passed by another reciting Surah Al – Ikhlas and remarked. Paradise has become obligatory for him. Reported by Muslim.
These two chapters have both been given the title Al-Ikhlas, or purity of faith, because they deal with the topic of Tawhid in all its various aspects. Al – Ikhlas concentrates on the pure, essential faith in Allah that all mankind is required to have. Al – Kafirun deals with purity of deed and disavowal of disbelief and paganism. Both chapters lay out the parameters of mans relationship with his/her lord and creator, as well as his/her relationship those around him/her.
Pure, unblemished monotheism combined with sincerity in belief and deed defines the relationship with Allah. Hi is one and only true God, unique, without peer, equal or opposite, and nothing is like on to him. He is the one who stands in need of nothing whereas everything is in dire need of him.
Maintaining the essential Muslim identity and character defines the relationship between the Muslim and his fellow man. The Muslim is unambiguous about his religion, truthful and upright in speech, deed and his dealings with those around him. Hi is proud of his faith and has unshakable conviction in it. He loves his lord, his Messenger and the Muslims and is loyal to them. Because of this, the dearest thing to him is his religion and he will not compromise it, pleasing Allah comes before pleasing the people.
The prophet would frequently recite these two chapters in prayer because of the commonality of their theme and to stress that success is achieved, in this life and the next, by internalising their message and living by it.




















There are no reviews yet.