Dunia Malaikat: menurut al-Qurán dan hadits – Serial Aqidah Islam 2/ Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar. Malaikat adalah salah satu makhluk Allah, dimana kita diwajibkan untuk beriman kepadanya. Mereka adalah makhluk gaib yang penciptaannya merupakan bukti akan kebesaran Allah. Oleh karena mereka makhluk gaib, maka kita tidak bisa mengenalnya kecuali melalui penjelasan dari Allah yang Maha Tahu dalam kitabnya, dan melalui Rasulnya yang telah diberi wahyu dalam hadits-haditsnya. Dalam buku ini Dr. Umar al-Asyqar mengupas tuntas tentang malaikat, asal-usul penciptaannya, sifat-sifatnya, kemampuannya, ibadahnya, dan peranannya terhadap manusia dan kehidupannya, sejak manusia dilahirkan sampai ke tujuan akhirnya yaitu surga atau neraka
Dunia Malaikat : Serial Aqidah Islam 2
$7.95
Frequently Bought Together
Iman Kepada Allah ; Serial Aqidah Islam - 1
Dunia Jin Dan Setan - Serial Aqidah Islam - 3
| Weight | .300 kg |
|---|---|
| Author | |
| Binding | Hardbound |
| ISBN | 9789960979427 |
Be the first to review “Dunia Malaikat : Serial Aqidah Islam 2” Cancel reply
You must be logged in to post a review.
You may also like…
Iman Kepada Allah ; Serial Aqidah Islam – 1
Iman Kepada Allah: menurut al-Qurán dan hadits – Serial Aqidah Islam 1/ Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar. Iman kepada Allah merupakan salah satu pilar utama rukun iman dan juga menjadi pijakan bagi seluruh jenis ritual ibadah lainnya. Ketaatan dan ibadah apapun tak akan diterima oleh Allah bila tidak dilandasi aqidah ini.
Kiamat Kecil ; Serial Aqidah Islam – 5
Kiamat Kecil: menurut al-Qurán dan hadits – Serial Aqidah Islam 5/ Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar. Apa yang terjadi setelah kematian? Bagaimana kehidupan manusia setelah kehidupan dunia ini? Kapan dan bagaimana dunia ini berakhir? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut semua orang, tidak peduli apa latar belakang nya. Banyak yang telah mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, dan menghasilkan teori-teori yang berkisar dari aneh ke nihilistik. Tapi teori-teori buatan manusia tidak dapat menjawab pertanyaan di luar batas kemampuan manusia. Dalam buku ini Dr. Umar al-Asyqar memaparkan secara apik dan membahas dengan tajam tentang kematian, perjalanan roh menuju langit, alam kubur dan kiamat sughra (kiamat kecil) dan tanda-tandanya, baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Semua itu beliau sampaikan dengan ketajaman analisa nalar dan kekuatan dalil yang otentik dari ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits shahih.
Dunia Jin Dan Setan – Serial Aqidah Islam – 3
Qadha Dan Qadar ; Serial Aqidah Islam – 8
Qadha’ dan Qadar: menurut al-Qurán dan hadits – Serial Aqidah Islam 8/ Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar. Selain merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap muslim, Qadha’ dan Qadar merupakan hal yang sangat rumit yang sering mendatangkan polemik berkepanjangan sejak dulu hingga sekarang, dan banyak orang yang mempunyai pemahaman yang salah terhadapnya. Buku ini memberikan penjelasan dengan jelas dan gamblang tentangnya, dan diperkuat dengan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits-hadits nabawi, serta diperjelas lagi dengan perkataan para ulama salaf. Di dalam buku ini dibahas definisi Qadha’ dan Qadar, rukun iman kepadanya, batasan kemampuan akal manusia dalam memahaminya, aliran-aliran pemikiran tentangnya, dan pendapat ahlus sunnah dalam masalah ini.
Related Products
Menggapai Bintang: Ibrah Kisah-kisah Di Dalam Al-Quran
Kaedah Rasulullah (saw) Menegur Kesilapan
Tegur Menegur adalah satu sikap dan perbuatan yang baik pada pandangan Islam. Pada masa kini teguran boleh dilakukan melalui pelbagai media dan cara. Namun begitu ramai yang tidak mengerti dan memahami adab serta cara-cara untuk menegur sesuatu kesilapan.
Menegur kesilapan adalan sebahagian dari wahyu dan metodologi Al-Quran menjelaskan perintah dan larangan, persetujuan dan pengencaman dan pembetulan kesilapan.
Mengajar orang lain juga merupakan amalan yang mana paling baik yang manfaatnya dapat disebarkan kepada yang lain. Ia merupakan perkongsian tentang peninggalan para Anbiya (as) dan Rasul (saw) oleh dai’yah dan para pendidik.
“Sesungguhnya Allah, para malaikatNya dan penduduk langit dan bumi sehingga semut dalam lubangnya dan sehingga ikan di dalam lautan momohonka rahmat kepada pengajar manusia kepada kebaikan.” (At-Tirmidhi)
Berpandukan al-Quran dan Hadis sahih, Sheikh Muhammad Salih al-Munajid menerangkan bagaimana pendekatan Rasulullah (saw) dalm mengajar serta menegur kesilapan.
Nikmati Kehidupanmu (Revised Edition)
Produk hasil penyelidikan selama lebih dari dua puluh tahun, ‘Nikmatilah Kehidupanmu’ adalah terjemahan daripada buku terlaris berkaitan keagamaan dan motivasi dialam Bahasa Arab dan Bahasa Inggeris. Kini boleh didapati dalam Bahasa Malaysia. Buku yang menerangkan seni berinteraksi, hasil kajian terhadap kehidupan Rasulullah S.A.W .
Lelaki Yang Hebat-Hebat Dalam Al-Quran
- Lelaki yang hebat-hebat itu bukanlah lelaki yang seperti malaikat.
- Dia ialah lelaki yang biasa-biasa, namun saat imannya diugut oleh Raja yang jahat, dia berani masuk ke dalam gua dan meninggalkan keselesaan hidup demi membela iman. Persis pemuda Ashabul Kahfi.
- Dia adalah lelaki yang biasa-biasa, namun saat berhadapan dengan ayah sendiri dan masyarakat yang jahil, dia berani mempertahankan kebenaran dan menghadapi ujian. Persis Nabi Ibrahim AS, ketika mudanya.
- Dia adalah lelaki yang biasa-biasa, namun saat si ayah menerima arahan Tuhan untuk menyembelihnya, dia berani menyahut arahannya tanpa dolak-dalih. Persis Nabi Ismail AS, ketika mudanya.
Melalui buku ini, Ust Syaari menghurai kisah lelaki yang hebat-hebat di sisi Allah SWT meskipun hakikatnya mereka adalah insan yang biasa-biasa sahaja. Buku ini sesuai dibaca oleh segenap lapisan masyarakat yang mengimpikan lahirnya lelaki dengan acuan Al-Quran.
Perempuan Yang Baik-Baik Dalam Al-Quran
Keutuhan Rumahtangga Bahagia (Jibaly Rumah Tangga Siri)
Melalui ketiga-tiga buku dalam siri ini, kami berusaha membincangkan perkahwinan menurut Sunnah yang sahih.
Journey Through The Quran (Edisi Bahasa Melayu)
Rasul dan Risalah ; Serial Aqidah Islam – 4
Rasul Dan Risalah: menurut al-Qurán dan hadits – Serial Aqidah Islam 4/ Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar. Di era kemajuan ilmu pengetahuan sekarang ini, banyak orang yang mengandalkan ilmu dan kemampuannya bahkan sampai menuhankan akal fikirannya. Mereka merasa tidak perlu lagi kepada ajaran dan petunjuk para nabi dan rasul, bahkan ada yang mengatakan bahawa rasul pun perlu dikritisi. Benarkah demikian? Mungkinkah manusia sampai kepada kebenaran hakiki dengan kemampuan akalnya. Jawabnya tentu tidak, sepandai apapun akal manusia tetap terbatas, ia tidak bisa mencapai kebenaran hakik kecuali dengan tuntunan wahyu yang dibawa oleh para rasul, ia tidak bisa mengetahui kebaikan dan keburukan secara benar dan mendetail tanpa petunjuk para rasul. Oleh karena itu, orang yang hanya mengandalkan akalnya saja tanpa memperdulikan petunjuk yang dibawa oleh para rasul akan tersesat jalan. Buku ini mengupas tuntas tentang nabi dan rasul serta ajaran mereka dengan rinci dan mendetail, baik yang berkaitan dengan definisi nabi dan rasul, perbedaan antara keduanya, urgensi diutusnya mereka, jumlah mereka, sifat-sifat dan tugas-tugas mereka. Oleh karena itu, buku ini pantas dimilikioleh setiap muslim yang ingin mengenal para rasul dan mengetahui ajaran mereka, dan juga siapa saja yang ingin mencari kebenaran.
Berakhirnya Dunia Ini (P/B) Revised Edition
Sejak akhir-akhir ini keadaan menjadi semakin tidak keruan dan kita telah mula melihat di kedai-kedai buku dan di laman-laman sesawang spekulasi tentang peristiwa-peristiwa yang akan berlaku dimasa akan datang, berasaskan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis yang mana ia menceritakan tentang peristiwa ini dan kaitannya dengan tanda-tanda kiamat. Setiap kali musibah menimpa dunia Islam dan umatnya, orang ramai akan mula mencari jalan keluar dalam memahaminya dan meyelesaikannya. Kadang-kadang akan terdengar berita tentang kemunculan Imam Mahadi, kadang-kadang akan tersebar cerita tentang telah tiba masanya akan berlaku ‘peperangan besar’ antara pihak yang benar dengan yang jahat, sesekali akan terdengar juga tentang tanah runtuh di sebelah Timur atau Barat, dan berbagai-bagai lagi kisahnya…
Madinah al-Mukarramah Kelebihan dan Sejarah (Edisi Kemas Kini – New Cover)
Madinah Munawwarah merupakan tempat hijrah Rasulullah SAW. Selain itu, turut menjadi tempat bertapaknya iman pada akhir zaman, markas pimpinan, madrasah pendidikan dan bimbingan serta tarbiah Islamiah. Tempat ini penuh dengan kesan-kesan sejarah yang tidak ternilai dan mempunyai keistimewaan yang tinggi disisi Allah SWT.
Berteduh Kerana Kekosongan Hati
Namun, hati kita tetap berasa kosong.
Mengapa?
Recently Viewed
Spiritual Disease and It’s Cure
The Imam was asked a long question of which a part was – What is the opinion of the scholars regarding a man who is afflicted by a disease, and knows that if it should continue it would damage his life? The Imam Quoted the Hadith from Sahih Bukhari The prophet (S) said: ‘Allah has appointed a remedy for every disease He has sent down’ Imam Ahmad reported on the authority of Usamah bin Shareek that the ‘ Prophet (S) said Allah has not made a disease without providing a remedy for it, wih the exception of one disease, namely old age’ This Applies to the medicine for the heart, soul and body. The well being of the servant’s heart, is far more important than that of his body, for while the well being of his body enables him to lead a life that is free from illnesses in this world, that of the heart ensures him both a fortunate life in this world and eternal bliss in the next.
Imam Ibn al-Qayyim al-Jawziyya was born into a scholarly and virtuous family in 691 AH/ 1292 A.D. At that time Damascus was a centre of literature and thought. Many schools were located there and he studied and graduated under the protection, direction and sponsorship of his father. He was particularly influenced by his Shaykh and teacher Imam Ibn Taymiyyah, and also by Ibn ash-Shirazi amongst others. Ibn al-Qayyim al-Jawziyya died in the city of Damascus the year 751 AH/1350 C.E.,when he was scarcely 60 years old, and was buried at the cemetery of Bab- al-Saghir, near the grave of his father – Rahimahuma Allah.
The Reality of Sufism In Light of the Quraan and Sunnah (P/B)
In this book, the author discusses the beliefs and origins of Sufism. It has been written in a clear and uncomplicated style which makes it accessible for readers of all levels. The history of Sufism is traced as well as how sufism developed into what we have today. The author touches upon the beliefs of Sufism, and gives examples from personalities that are regarded highly by those who ascribe to Sufism. A scholarly criticism in light of the Qur’an and Sunnah.
From the Back Cover
You must be aware that there are a number of destructive calls which have been established amongst the ranks of the Muslims and which have shaken and damaged the belief held in there hearts. They have polluted the pure Islamic ‘aqeedah, and have grown by stages to reach such a dangerous level that they led to the splitting of the Muslims into sects and the parties, about which the Prophet (peace be upon him) said: “Indeed those who were before you, from the people of the book, split into seventy-two sects, and this religion will split seventy-three. Seventy-two in the fire and one in the paradise and it is the Jammaa’ah.”
Then there is no doubt that each one of these sects claims for itself that it is the saved sect, and that it is correct, and that it alone follows the Messenger. But the way of truth is a single way and it is the one which leads to salvation, and any other way is one of the ways of miss guidance which leads to destruction.
So the way of truth is to cling to the book of Allaah and the Sunnah of Allaah’s Messenger (S) as occurs in the hadeeth: I have left amongst you two things whith which you will not go astray: The Book of Allah and my Sunnah, and they will not be separated till they come to me at the Pond.
- A scholarly criticism of Sufism in the light of the Qur’an and Sunnah
- Written in an uncomplicated style, ideal for the layman
The Cross and The Crescent (IIPH)
In The Cross and The Crescent, Dr. Dirks, a former ordained minister (deacon) in the United Methodist Church, a graduate of Harvard Divinity School and with a doctorate in clinical psychology, reaches out to the Christians and the Muslims for an interfaith dialogue. Drawing on his seminary education and thirty years of interaction with Muslims in America and overseas, the author digs deep into the roots of Christianity to bring out obscure information that highlights what was once common between Christianity and Islam. He envisioned that, “In writing this book, I would like to touch the lives of those Christians who have not been given the knowledge that I have gained both about Islam, from my direct contact with Muslims, and about Christianity from my seminary education. I want to share with those Christians, who are willing to listen, what is so often known by their clergy and church leaders, but seldom finds its way into their knowledge of their own religion. Likewise, I would like to reach out to the Muslims, in order to help them understand the religious commonality that they share with Christians”.
Muslim Teenagers Coping (P/B)
Being a teenager is not an easy business.You’re told you are “too young” to do half the things you want to do; your mother is always asking you to tidy your room: your father is always reminding you to pray; your younger sister is annoying you when all you want is some PEACE AND QUIET … You are not sure if it’s everyone else that is going mad or you.
Luckily, Ruqaiyyah Waris Maqsood in on hand. Having a wealth of experience as a teacher and an ‘agony aunt’, she understands the minefields that are the teenage years. This book is a light-hearted, humorous, but above all, sympathetic pointer to coping with teenage life as a Muslim.















































There are no reviews yet.