Buku ini adalah buku versi terjemah yang diterbitkan oleh penerbit: Insan Kamil.
Di dalamnya disertakan kaidah-kaidah tafsir Al-Qur’an yang disusun oleh Imam As-Sa’di. Dengan adanya kaidah-kaidah tersebut akan memudahkan pembaca untuk memahami tafsir secara utuh dan benar. Bahkan disertakan juga Mukaddimah Ushul Tafsir Ibnu Taimiyyah yang telah disyarah oleh Syaikh Al-‘Allamah Ibnu Utsaimin. Dengan Mukadimah ini akan menuntun pembaca untuk mengetahui metode penafsiran dan sejarahnya. Inilah yang menjadi titik pembeda, sehingga tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim yang ada di hadapan pembaca ini adalah cetakan terlengkap versi terjemah.Tafsir Ibnu Katsir merupakan salah satu kitab tafsir yang paling banyak diterima dan tersebar di tengah ummat ini. Imam Ibnu Katsir telah menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menyusunnya. Maka tidak mengherankan jika penafsiran beliau sangat kaya dengan riwayat, baik hadits maupun atsar. Bahkan, hampir seluruh hadits periwayatan dari Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullah- dalam kitab Al Musnad tercantum dalam kitab tafsir ini. (Syaikh Sami bin Muhammad Salamah, dalam tahqiq beliau pada Kitab
Tafsir Al Qur’anul ‘Adzim cet. Darul Thayibah 1420 H).
Tafsir Ibnu Katsir (10 Volumes)
RM650.00
| Weight | 15.00 kg |
|---|---|
| Product Type | Book |
| Author | |
| Publisher | Penerbit Insan Kamil |
| Pages | 800-1000 pages / book |
Be the first to review “Tafsir Ibnu Katsir (10 Volumes)” Cancel reply
You must be logged in to post a review.
Related Products
Wanita Yang Paling Bahagia Di Dunia (H/B)
Kepribadian Wanita Muslimah (IIPH)
Kepribadian Wanita Muslimah: menurut al-qur’an danas-sunnah. Wanita mempunyai peran yang sangat penting dalam keluarga, masyarakat dan negara, baik buruknya suatu bangsa sangat erat kaitannya dengan baik buruknya wanita. Wanita muslimah berbeda dengan wanita-wanita lainnya, ia mempunyai kepribadian yang ideal dan karakter yang istimewa, karena islam telah memberikan petunjuk dan ajaran bagaiman semestinya wanita muslimah dalam kehidupan ini, ia harus bisa memainkan perannya agar ia menjadi orang yang berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan bangsanya. Dalam buku ini, penulis menjelaskan bagaimana seharusnya wanita muslimah terhadap tuhannya, terhadap dirinya, kedua orang tuanya, suaminya, anak-anaknya, saudaranya, teman-temannya, tetangganya, dan masyarakatnya, sebagaimana yang diajarkan dalam Al Qur’an dan Hadits-hadits nabi. Ini semua beliau kaji dengan luas dan mendalam, lalu dituangkan dalam bahasa yang mudah, lugas dan jelas. Oleh karena itu buku ini pantas dimiliki dan dibaca oleh setiap wanita muslimah yang ingin menjadi sosok wanita muslimah sejati.
A Garden of Jannah
“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”
Sunan An-Nasa’i (6 Vol) (H/B)
Sunan An-Nasai has the fewest weak ahadith after the two Sahih collections. This Sunan is one of the six is al-Mujtaba or as-Sunan as-Sughara, which is a synopsis of a large collection of ahadith which he considered to be fairly reliable. In the smaller collection, only those ahadith which he considered to be reliable have been included.
It was compiled by the great scholar of hadith, Abu Abdur-Rahman Ahmad bin Shu’aib bin Bahr An-Nasae (Nasa’ of Khurasan) (214-303AH). Imam An-Nesai, like other great scholars of hadith traveled to Baghdad, Ash-Sham, Egypt, Mecca, and many other cities to seek knowledge. He received the praises of many scholars including Ad-Daraqutni who said about him: “He is given preference over all others who are mentioned with this knowledge from the people of his time”. Some scholars consider his compilation to have the least number of defective or weak narrations among the four Sunan. This great book of his contains 5761 ahadith, making it as an invaluable addition to anyone’s library.
In The Shade Of The Qur’an (18 VOLS)
This is volumes 1 to 18 (Surahs 1 to 114, the entire Qur’an) of Qutub’s Shade.
In the Shade of the Qur’an is more than ‘just another’ commentary; yet it is not too over-reaching or outlandish to be a completely new interpretation. It is an earnest, sincere, and sober look at man’s contemporary achievements and difficulties in the light of the message of the Qur’an. It is an effort to vigorously explore its rich wisdom, and expand its invaluable guidance for the benefit of an increasingly ‘sophisticated’, yet highly perplexed modern society. The work, which is by far Sayyid Qutb’s largest and most profound, spans the whole of the text of the Qur’an. It was written, and party re-written over a period of more than 15 years, most of which the author had spent in Egyptian prisons, during the 1950s and 1960s. In it is embedded Sayyid Qutb’s insight, highly esteemed intellectual vigor, and his widely-acclaimed literary prowess. This book has been universally recognized as an outstanding contribution to Islamic thought and scholarship, to which students and scholars, as well as contemporary Islamic revivalist movements all over the world, owe a great deal. Now that it is available in English, it will continue to enlighten and inspire millions more. It will take its rightful place as an indispensable work of reference for a proper understanding of contemporary Islamic thinking.





















There are no reviews yet.