Buku ini adalah buku versi terjemah yang diterbitkan oleh penerbit: Insan Kamil.
Di dalamnya disertakan kaidah-kaidah tafsir Al-Qur’an yang disusun oleh Imam As-Sa’di. Dengan adanya kaidah-kaidah tersebut akan memudahkan pembaca untuk memahami tafsir secara utuh dan benar. Bahkan disertakan juga Mukaddimah Ushul Tafsir Ibnu Taimiyyah yang telah disyarah oleh Syaikh Al-‘Allamah Ibnu Utsaimin. Dengan Mukadimah ini akan menuntun pembaca untuk mengetahui metode penafsiran dan sejarahnya. Inilah yang menjadi titik pembeda, sehingga tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim yang ada di hadapan pembaca ini adalah cetakan terlengkap versi terjemah.Tafsir Ibnu Katsir merupakan salah satu kitab tafsir yang paling banyak diterima dan tersebar di tengah ummat ini. Imam Ibnu Katsir telah menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menyusunnya. Maka tidak mengherankan jika penafsiran beliau sangat kaya dengan riwayat, baik hadits maupun atsar. Bahkan, hampir seluruh hadits periwayatan dari Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullah- dalam kitab Al Musnad tercantum dalam kitab tafsir ini. (Syaikh Sami bin Muhammad Salamah, dalam tahqiq beliau pada Kitab
Tafsir Al Qur’anul ‘Adzim cet. Darul Thayibah 1420 H).
Tafsir Ibnu Katsir (10 Volumes)
RM650.00
| Weight | 15.00 kg |
|---|---|
| Product Type | Book |
| Author | |
| Publisher | Penerbit Insan Kamil |
| Pages | 800-1000 pages / book |
Be the first to review “Tafsir Ibnu Katsir (10 Volumes)” Cancel reply
You must be logged in to post a review.
Related Products
Ad-Daa’ Wa Ad-Dawaa’ (H/B)
Buku Ad-Daa’ wa ad-Dawaa’ adalah sebuah karya besar dan fenomenal di bidang akhlak, tarbiyah, dan tazkiyatunnufus. Penulisnya, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, adalah seorang ulama tersohor dan penulis buku berbobot yang hidup pada abad ke-8 H. Buku ini berbicara panjang lebar serta sempurna di berbagai masalah tarbiyah dan tazkiyatun-nufus, mulai dari pentingnya do’a bagi seorang hamba serta hubungan do’a dengan takdir.
Berbicara tentang macam-macam maksiat dan bahayanya bagi pelakunya, juga dosa-dosa dan pengaruh negatifnya secara langsung di dunia.
Berbicara pula tentang hukuman Allah terhadap hamba-Nya baik itu hukuman syar’i maupun qadari, qalbi maupun badani, duniawi maupun ukhrawi. Berbicara mengenai syirik dan macam-macamnya dalam ibadah, perbuatan, perkataan, kehendak, dan niat, serta syiriknya agama Nasrani, juga syirik dalam wasilah dan syafaat.
Berbicara seputar dosa-dosa besar, seperti kezhaliman, pembunuhan, dan zina beserta dampak-dampak negatifnya. Berbicara seputar pintu-pintu pembuka maksiat, diantaranya bisikan hati, pandangan mata, dan langkah kaki. Berbicara mengenai liwath (homoseks) dan menyetubuhi binatang; serta tentang cinta, tingkatan-tingkatannya, soal mabuk asmara dan masalah yang lain.
Anda akan dibuat terpesona oleh uraian-uraian penulis yang sangat dalam dan kuat, halaman demi halaman. Anda pun akan terpuaskan dari dahaga ilmu yang bermanfaat. Maka janganlah Anda lewatkan untuk segera memiliki buku ini dan menelaahnya.
Sunan An-Nasa’i (6 Vol) (H/B)
Sunan An-Nasai has the fewest weak ahadith after the two Sahih collections. This Sunan is one of the six is al-Mujtaba or as-Sunan as-Sughara, which is a synopsis of a large collection of ahadith which he considered to be fairly reliable. In the smaller collection, only those ahadith which he considered to be reliable have been included.
It was compiled by the great scholar of hadith, Abu Abdur-Rahman Ahmad bin Shu’aib bin Bahr An-Nasae (Nasa’ of Khurasan) (214-303AH). Imam An-Nesai, like other great scholars of hadith traveled to Baghdad, Ash-Sham, Egypt, Mecca, and many other cities to seek knowledge. He received the praises of many scholars including Ad-Daraqutni who said about him: “He is given preference over all others who are mentioned with this knowledge from the people of his time”. Some scholars consider his compilation to have the least number of defective or weak narrations among the four Sunan. This great book of his contains 5761 ahadith, making it as an invaluable addition to anyone’s library.
Ta’limul Muta’allim (Pentingnya Adab Sebelum Ilmu)
Saya melihat banyak penuntut ilmu pada zaman kita bersungguh-sungguh, tetapi tidak sampai kepada ilmu. Tidak mendapat manfaat dari ilmunya. Mereka terhalang dari buah ilmu (yaitu mengamalkan dan menyebarkannya) karena keliru dalam menempuh jalan (untuk mencari ilmu) dan meninggalkan syarat-syaratnya. Padahal siapa yang salah jalan maka akan tersesat, dan tidak akan meraih tujuan, baik sedikit maupun banyak. Maka saya ingin menjelaskan kepada mereka cara menuntut ilmu berdasar yang telah saya pahami dari buku-buku dan yang saya dengar dari guru-guru saya yang memiliki ilmu dan hikmah.
~ Imam Az-Zarnuji, Penulis Kitab Ta’limul Muta’allim
Sahih Muslim (7 Volumes)
The authentic hadith collections of Bukhari and Muslim are excellent in respect to both chain of transmissions and the texts as well as their general utility in that they gave guidance in almost all walks of life. The collections won the praise and acclaim of of Hadith scholars so much that they themselves produced works containing the same Ahadith as found in the collection of both Bukhari and Muslim but with their own independent chains consisting of a lesser # of sub-narrators and called their works Mustakhraj.
Imam Muslim is one of the foremost preservers of ahadith of the Prophet. His book comes second only to Sahih al Bukhari in terms of authenticity according to majority of scholars. It is considered to be better than Sahih Bukhari in terms of organization and repetition according to some scholars of Islam. It is the second in the collection of 6 books called “Sihah Sittah” or “6 most authentic books”. Imam Muslim took painstaking efforts in preserving the words/actions/sayings & approvals of the Prophet. He has mostly used 4-5 narrators in the chain of transmission although there are a couple of hadith containing 3 narrators. Imam Muslim was a very good student of Imam Bukhari and some of his Shuyukhs, although he did not narrate from Imam Bukhari too much, thus reducing the # of narrators.
Kepribadian Wanita Muslimah (IIPH)
Kepribadian Wanita Muslimah: menurut al-qur’an danas-sunnah. Wanita mempunyai peran yang sangat penting dalam keluarga, masyarakat dan negara, baik buruknya suatu bangsa sangat erat kaitannya dengan baik buruknya wanita. Wanita muslimah berbeda dengan wanita-wanita lainnya, ia mempunyai kepribadian yang ideal dan karakter yang istimewa, karena islam telah memberikan petunjuk dan ajaran bagaiman semestinya wanita muslimah dalam kehidupan ini, ia harus bisa memainkan perannya agar ia menjadi orang yang berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan bangsanya. Dalam buku ini, penulis menjelaskan bagaimana seharusnya wanita muslimah terhadap tuhannya, terhadap dirinya, kedua orang tuanya, suaminya, anak-anaknya, saudaranya, teman-temannya, tetangganya, dan masyarakatnya, sebagaimana yang diajarkan dalam Al Qur’an dan Hadits-hadits nabi. Ini semua beliau kaji dengan luas dan mendalam, lalu dituangkan dalam bahasa yang mudah, lugas dan jelas. Oleh karena itu buku ini pantas dimiliki dan dibaca oleh setiap wanita muslimah yang ingin menjadi sosok wanita muslimah sejati.
Wanita Yang Paling Bahagia Di Dunia (H/B)
Recently Viewed
A Light at the End of the Tunnel (P/B)
The book features a collection of short stories written by Muslim teens. Through their stories they share the struggles and experiences they have faced on issues such as dating, friendship, hijab, respecting parents, clarifying misconceptions about Islam and defining one’s identity.
Home Trajectory (Successful Family Upbringing Series-01)
Endangering the smooth running of its affairs, in relation to its vision, moral values, conducts, inter-relationship, and interests. It is believed that clear apprehension of the drifts and trajectories along which a family should tread would provide the uttermost and worthwhile rectitude and success expected of a Muslim family, as it would also provide an appreciable and remarkable definition for the methodologies and techniques that are necessary for parents to adopt in their children’s upbringing.
It would be noticed that we, individual families and societies, are faced with the problem of how to relate with the overwhelming modern cultures that have been vigorously streamed on us from all nooks and crannies of the world. Moreover, in reality this problem is no more of relationship or management, the effect of those alien cultures has grown to being capable of causing a lot differences among people in our community, in relation to their manners, general practices and traditions, which are the main points of contest.
Also, Muslims generally are faced with the problem of illiteracy, poverty, and unemployment. Even among those who work, a large percentage of them engage in hard corporal jobs.
Consequently, all these have affected the level of attention the parents pay to their families, in terms of planning their family lives and projecting for the upbringing and future of their children. This makes it necessary for us to continue to discuss and write on the matter of child upbringing, as that is the only way out for us. And this is the aim of writing this book.























There are no reviews yet.